Konferensi pers akhir tahun Polres Madiun. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
Meski demikian, ia mengakui terdapat kenaikan pada tindak pidana tertentu, khususnya kasus peredaran dan pelanggaran minuman keras yang meningkat 49,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat menurun. Penurunan tersebut disebut sejalan dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas.
AKBP Kemas menjelaskan, penurunan angka kriminalitas dan pelanggaran lalu lintas tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dijalankan Polres Madiun, antara lain strong point pagi, Patroli Srikandi, Pesilat Pemersatu Bangsa, layanan Call Center 110, serta program Kopling Mas.
"Kita galakkan strong point pagi bagi seluruh personel, baik Polres maupun Polsek, yaitu melakukan pengaturan lalu lintas. Patroli Srikandi, di mana para polwan mengadakan patroli setiap malam Minggu di setiap kegiatan masyarakat," lanjutnya.
Untuk program Pesilat Pemersatu Bangsa, AKBP Kemas menyebut keterlibatan 14 perguruan pencak silat di wilayah hukum Polres Madiun sebagai upaya menjaga keamanan di lingkungan masing-masing, termasuk saat perayaan Natal dan Tahun Baru. (dro/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




