Tampak Charles Holland Taylor (kiri berbaju putih), bersama Produser Film Amerika Dominic Jackson (tengah) dan Gus Yahya Cholil Staquf (kanan berpeci putih). Foto: Dok/Bayt Ar-Rahmah.org./Metrotvnews.com
Menurut Yenny, keluarga Gus Dur menerima laporan keluhan dari mitra di Amerika Serikat, Eropa hingga Timur Tengah mengenai korespondensi Holland Taylor dengan individu atau otoritas resmi dengan mengatasnamakan NU.
“Ini dapat memunculkan persepsi negatif terhadap tata kelola organisasi dan relasi luar negeri NU,” kata Yenny Wahid dilansir Majalah Tempo edisi terbaru, 1-7 Desember 20 Desember 2025.
Yenny Wahid termasuk salah satu ketua di PBNU.
Ketua Hubungan Luar Negeri PBNU Ahmad Suaedy juga menjelaskan bahwa tidak semua kalangan di NU sepakat dengan tindakan Charles Holland Taylor. Menurut dia, keluarga Gus Dur justru menjaga jarak dengan Holland Taylor.
“Keluarga tak mau Charles mendominasi Gus Dur,” kata mantan Direktur Eksekutif The Wahid Institute itu seperti dikutip Tempo.
Ini tentu menarik. Selama ini tindakan Gus Yahya menjalin relasi politik dengan Israel selalu dikaitkan dengan Gus Dur. Sehingga tindakan Gus Yahya berjejaring dengan Israel seolah meneruskan perjuangan Gus Dur.
Gus Yahya – seperti dikutip Tempo - bercerita bahwa jaringan Israel itu lebih dulu dirintis oleh Gus Dur yang menjabat Ketua Umum PBNU tiga periode (1984-1999).
Menrut Gus Yahya, jaringan Timur Tengah – terutama dengan Israel – itu dilanjutkan Gus Mus, paman Gus Yahya, setelah kesehatan Gus Dur menurun. Bahkan Gus Yahya mengatakan bahwa Gus Mus kemudian minta Gus Yahya untuk melanjutkan estafet dialog perdamaian itu berjejaring dengan mitra Gus Dur di Eropa dan Amerika Serikat, termasuk American Jewish Committee.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar mencabut tandangan dan memecat Charles Holland Taylor dari jabatannya sebagai Penasehat Khusus Ketua Umum PBNU untuk urusan internasional.
Haolland Taylor inilah yang berperan penting atas kedatangan aktivis garis keras Israel Peter Berkowitz menjadi pembicara di Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU yang kini telah dibubarkan oleh Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar.
“Dengan ini kami selaku Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan mencabut tanda tangan dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 3137/PB.01/A.11.01.71/99/12/2024 tentang Penetapan Penasehat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional,” demikian pernyataan KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aaam dalam surat yang ditujukan kepada semua PWNU, PCNU, Pengurus Cabang Istimewa seluruh Indonesia dan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




