Selain sampah rumah tangga, DLH juga menangani sampah hasil perapian dan penebangan pohon milik warga.
Sampah organik tersebut langsung dibawa ke Supit Urang untuk dilakukan pengolahan composting.
Untuk sebaran wilayah, peningkatan volume sampah paling banyak terjadi di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, dan sebagian Kecamatan Sukun, terutama di sekitar kawasan perguruan tinggi dan permukiman padat.
Sementara itu, untuk kawasan wisata, konsentrasi pengunjung diperkirakan terpusat di Kayutangan Heritage, menyusul masih direhabilitasinya Alun-alun Kota Malang.
DLH menyesuaikan jadwal pengangkutan sampah di kawasan tersebut dengan menambah pengambilan pada malam hari guna mencegah penumpukan sampah.
DLH Kota Malang mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan serta mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai selama libur Nataru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




