Gus Lilur. Foto: Ist
Tambang batubara berada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sedangkan tambang bauksit di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
“Berhubung sudah memiliki ratusan perusahaan batubara yang bernaung di beberapa induk perusahaan, seperti Batara Grup, saya tidak perlu repot membuat induk perusahaan baru maupun anak perusahaan baru, tinggal menata dan menjalankan saja,” ucap Gus Lilur.
Sedangkan untuk tambang bauksit, ia mengaku perlu bergegas membentuk induk perusahaan dan puluhan anak perusahaan. Kebetulan pihak yang melamarnya adalah pemilik smelter bauksit yang sedang membangun fasilitas baru, sehingga langkahnya menjadi lebih ringan.
“Tidak perlu mencari pasar, tidak perlu menyiapkan penambangan, cukup menguasai tambang. Itu artinya AKI bisa membumi,” tuturnya.
Ia pun resmi mendirikan induk perusahaan bauksit bernama Kaisar Bauksit Nusantara (Kabantara Grup).
“Saya membuat beberapa nama dan memilih satu nama untuk Induk Perusahaan Bauksit saya. Nama itu Kaisar Bauksit Nusantara disingkat Kabantara Grup. Semoga kehadiran Kabantara ini bisa berfaedah buat kemanusiaan di dunia,” paparnya. (mdr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




