Kepala KPwBI Kediri, Yayat Cadarajat, saat menyampaikan paparan. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Ia menekankan perlunya mitigasi risiko mengingat derasnya aliran sungai Brantas, serta pentingnya dukungan Pemerintah Kota Kediri.
"Agar Kota Kediri bisa lebih dikenal lebih luas lagi, tentu harus dibuat event nasional dan dibuat destinasi wisata buatan yang bisa menarik orang luar Kediri datang ke Kota Kediri. Lebih-lebih sekarang Kediri sudah punya Bandara bertaraf Internasional yaitu Bandara Internasional Dhoho Kediri," paparnya.
Gagasan sport tourism mendapat respons positif dari Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kediri Raya, Kurniawan.
“SIWO siap berkontribusi jika diberi kesempatan dan didukung untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga yang mendatangkan banyak orang yang tentunya akan berdampak pada perekonomian,” katanya.
Ia menambahkan, konsep ini sebelumnya juga dibahas bersama Ketua KONI Kota Kediri, termasuk gagasan agar atlet dan ofisial membeli oleh-oleh khas Kediri setelah pertandingan.
Selain itu, lintas sektor seperti Dinas Koperasi UMTK dan Dinas Perhubungan dapat dilibatkan, termasuk pemanfaatan Bus Satria sebagai moda transportasi peserta sekaligus promosi transportasi publik milik Pemkot Kediri.
Melalui kegiatan Ngopi Nda, Bank Indonesia Kediri berharap sinergi antara pemangku kebijakan, komunitas olahraga, media, dan stakeholder lainnya dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kediri Raya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




