Gubernur Khofifah saat menerima penghargaan dari Muri.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) resmi menganugerahkan 2 rekor kepada Pemprov Jatim. Rekor tersebut diberikan untuk kategori Implementasi Pemetaan Talenta kepada PNS Terbanyak dan CPNS Terbanyak.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Operasional Muri, Yusuf Ngaderi, kepada Gubernur Khofifah bertepatan dengan Upacara Peringatan HUT ke-54 Korpri 2025.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Piagam bernomor 12532/R.MURI/XI/2025 dan 12533/R.MURI/XI/2025 menegaskan Jawa Timur sebagai provinsi pertama di Indonesia yang melakukan pemetaan talenta ASN secara masif, terukur, dan berbasis sistem. Total 36.668 PNS dan CPNS telah mengikuti pemetaan, jumlah terbesar yang pernah dicatat di Indonesia.
Gubernur Khofifah menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja komprehensif BKD Jawa Timur melalui UPT Pusat Penilaian Pegawai.
“Pemetaan ini kami lakukan bukan hanya mengukur kompetensi, tetapi sekaligus pemetaan potensi dan Talent DNA, sehingga mampu menggambarkan kapasitas individual ASN secara menyeluruh,” ujarnya.
Sebagai penguatan metodologi, Pemprov Jatim menggandeng Founder ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian, untuk mengembangkan pemetaan berbasis Talent DNA. Kolaborasi ini memastikan pemetaan dilakukan secara ilmiah, terstandar, dan presisi.
Khofifah menjelaskan, pemetaan dilakukan dengan metode assessment center, CAT kompetensi, analisis formasi, serta instrumen Talent DNA yang terintegrasi dengan sistem manajemen talenta ASN Jawa Timur. Proses mencakup PNS maupun CPNS lintas perangkat daerah dan berbagai jenjang jabatan.
“Rekor Muri ini bukan semata penghargaan, tetapi penanda bahwa reformasi birokrasi di Jawa Timur berjalan dengan strategi yang jelas, terukur, dan berdampak. Kita ingin birokrasi Jatim sejajar dengan standar global, dan pemetaan talenta adalah pintu masuknya,” paparnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




