Sementara fasilitas kesehatan bertugas untuk menjalankan praktik sistem rujukan sesuai dengan standar klinis.
Selaras dengan hal tersebut, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madiun, dr. Andhika Tomy Permana, turut menegaskan bahwa sistem rujukan memiliki dampak langsung bagi peserta, fasilitas kesehatan, dan tenaga medis.
Ia menambahkan bahwa pelaksnaan sistem rujukan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan masyarakat. Peserta perlu memahami prosedur rujukan agar tidak mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan.
“Bagi peserta JKN, rujukan memastikan pelayanan kesehatan yang tepat sasaran, efisien, dan sesuai kebutuhan medis. Bagi fasilitas kesehatan dan tenaga medis, rujukan berperan mencegah penumpukan kasus ringan di rumah sakit, sehingga layanan dapat fokus pada pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan,” ujar Tomy.
Melalui pemahaman yang baik, diharapkan peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih terarah, efektif, dan berkualitas, serta mendukung keberlangsungan sistem pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan berkeadilan.dengan kolaborasi yang baik dari semua pihak, sistem rujukan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Mari bersama-sama kita kawal implementasinya di lapangan. Dengan begitu, harapannya pelayanan menjadi lebih baik dan efektif,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




