DLH Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Lingkungan Hidup Eco Pesantren 2025 di PP Wali Barokah

DLH Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Lingkungan Hidup Eco Pesantren 2025 di PP Wali Barokah Ketua Ponpes Wali Barokah KH. Sunarto saat menyerahkan cinderamata kepada Anggota DPRD Jatim, Khusnul Arif. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE.

Ia berharap, seluruh pesantren di Jatim mulai menerapkan praktik ramah lingkungan sebagaimana yang telah dilakukan . Menurutnya, menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam pengelolaan sampah, sanitasi, hingga aktivitas sehari-hari yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.

Ketua PP , KH. Sunarto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada DLH Jatim, DLHKP, serta Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim yang berkenaan hadir.

“Upaya Pondok Pesantren untuk menciptakan Eco Pesantren, sebenarnya sudah lama dilakukan, bahkan sebelum program itu dibuat oleh pemerintah,” katanya.

Tetapi, lanjut Sunarto, dengan adanya kegiatan bimbingan teknis ini, pihaknya justru merasa diuntungkan, paling tidak akan memperoleh informasi tentang berbagai regulasi, berbagai ketentuan pemerintah agar kedepan dalam menangani Eco Pesantren di PP bisa lebih terprogram dengan baik, berkelanjutan, dan bersinergi dengan semua pihak.

“Salah satu hal yang menarik tadi disampaikan adalah bagaimana agar dengan keterbatasan finansial dari pemerintah daerah, baik kota/kabupaten maupun provinsi, kita bisa melirik kepada perusahaan-perusahaan yang mungkin selama ini sudah kita jalin tetapi arahnya belum kepada untuk pengelolaan lingkungan yang baik,” kata Sunarto.

Masih menurut Sunarto, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi , sehingga apa yang diharapkan oleh DPRD Jatim maupun DLH bisa dimaksimalkan, dan pihaknya ingin mendapatkan support dari semua pihak sehingga keberadaan lebih maksimal dalam rangka bersinergi mewujudkan Eco Pesantren.

“Beberapa program unggulan yang telah diterapkan di Ponpes antara lain, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas sekitar 2.200 kW untuk mendukung efisiensi energi; pengelolaan sampah terintegrasi mulai dari pemilahan, daur ulang plastik menjadi kerajinan, hingga produksi kompos untuk pertanian pesantren; peningkatan sanitasi melalui fasilitas toilet dan kamar mandi berstandar rasio ideal bagi santri,” tutup Sunarto. (uji/msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO