KH Yahya Cholil Staquf. Foto: New Antara/Rmol
Yang juga menarik, dari 76 nama alim ulama yang diundang dan tercantum dalam lampiran surat undangan Gus Yahya tak ada nama Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar dan Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar (Gus War). Bahkan nama KH Afifuddin Muhajir, juga Wakil Rais Aam, yang sempat ditemui Gus Yahya di sela-sela Munas MUI juga tak tercantum.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Rais ‘Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar mendesak Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf mengundurkan diri dalam jangka waktu tiga hari.

“Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriah PBNU memutuskan memberhentikan KH Yahya Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” demikian dokumen bertulis Risalah Rapat Harian Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang ditandatangani Rais Aam Syuriah PBNNU KH Miftachul Akhyar selaku pimpinan rapat yang digelar di Hotel Aston City Jakarta, Kamis (20/11/2025) malam.
Menurut risalah tersebut, rapat itu diikuti 37 orang dari 53 orang Pengurus Harian Syuriah.
Gus Yahya kemudian mengundang 33 Ketua PWNU seluruh Indonesia. Tapi banyak Ketua PWNU yang memilih tidak hadir dalam pertemuan dengan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Hotel Novotel Samator Surabaya Jalan Kedung Baruk Surabaya, Sabtu (22/11/2025) malam. Meski demikian Gus Yahya menegaskan tidak akan mundur dari kursi Ketua Umum PBNU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




