Peserta JKN dari Kediri, Dewi Astutik. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Salah satunya oleh Dewi Astutik (51), warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, dengan segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU).
Ia mengidap diabetes melitus sehingga harus rutin kontrol ke fasilitas kesehatan. Awalnya, Dewi tidak mengetahui penyakit tersebut hingga suatu hari merasa tubuh lemah dan memutuskan memeriksakan diri.
BACA JUGA:
”Saya tidak tahu ya apakah ada riwayat keturunan dari orang tua sehingga bisa terkena diabetes ini. Karena memang orang tua dulu tidak pernah diperiksakan. Sedangkan saya merasa kok lama-lama tubuh rasanya lemah, aktivitas jadi sedikit terganggu. Akhirnya saya coba periksa dan ketahuan kalau kadar gula saya tinggi sehingga terkena diabetes melitus,” akunya beberapa waktu lalu.
Saat ditemui di rumah sakit, Dewi telah 5 hari menjalani rawat inap setelah sempat tidak sadarkan diri dan dilarikan ke IGD. Ia menegaskan selama menggunakan layanan JKN tidak pernah diminta biaya tambahan.
“Tidak ada biaya tambahan sama sekali. Pelayanannya sangat baik dan petugasnya juga ramah. Meskipun saya peserta JKN, mereka melayani dengan baik dan tidak pernah dibedakan dengan pasien umum,” tuturnya.
Sebagai penderita diabetes melitus, Dewi juga menjadi peserta Program Rujuk Balik (PRB) untuk melanjutkan pengobatan di FKTP maupun rumah sakit. Ia mengaku tidak pernah mengalami kendala terkait ketersediaan obat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




