BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi undangan kehormatan Menteri Luar Negeri Singapura H.E. Vivian Balakrishnan dalam rangka RISING Fellowship Program di The White Label, 101 Jln Sultan, Singapura, Rabu (12/11/2025)
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi itu membahas penguatan kerja sama strategis antara Jawa Timur dan Singapura di berbagai bidang, mulai dari ekonomi hijau, investasi, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas kerja sama regional dan internasional, termasuk dengan Singapura.
"Merupakan suatu kehormatan besar dapat berada di Singapura, dan saya sangat menghargai kesempatan untuk berbagi pandangan dengan Menteri Vivian Balakrishnan," kata Gubernur Khofifah.
"Kami berkomitmen untuk memperluas kerja sama regional dan internasional, termasuk kemitraan dalam bidang pendidikan, investasi, inovasi, dan ekonomi hijau," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi terbesar kedua di Indonesia secara demografis, dengan jumlah penduduk mencapai 42,08 juta jiwa dan luas wilayah 48.037 kilometer persegi, atau sekitar 36,23 persen dari Pulau Jawa.
"Jawa Timur merupakan provinsi yang kaya akan potensi sumber daya alam dan manusia," ujarnya.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga menegaskan, wilayahnya memiliki posisi strategis yang didukung infrastruktur komprehensif dan memadai. Kondisi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan konektivitas utama di kawasan timur Indonesia.
"Jatim didukung dengan keberadaan 37 pelabuhan, 21 rute dari 39 rute tol laut berangkat dari Jatim, 7 bandara, 12 ruas jalan tol, 13 kawasan industri, 2 kawasan ekonomi khusus, dan 1 kawasan industri halal. Dukungan infrastruktur ini menjadikan Jawa Timur kini menjadi hub logistik dan ekonomi maritim nasional," terangnya.
"Secara geografis dan ekonomi, Jawa Timur menjadi center of gravity, yang menyuplai hampir 80 persen logistik Indonesia Timur," imbuhnya.
Khofifah menambahkan, Jawa Timur terus menunjukkan kemajuan yang stabil sebagai salah satu kawasan ekonomi utama di Indonesia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




