Provinsi ini menyumbang sekitar 14,54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
"Jawa Timur merupakan provinsi yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, 14,54 persen PDB Indonesia disumbang Jawa Timur," ungkapnya.
Pada triwulan III tahun ini, berbagai program strategis telah dijalankan untuk mendorong pertumbuhan inklusif, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan SDM.
Capaian tersebut terlihat dari berbagai indikator yang menggembirakan, seperti penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pertumbuhan positif di sektor industri, pertanian, serta pariwisata.
"Per Maret 2025, tingkat kemiskinan Jatim turun menjadi 9,5 persen, dan kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,66 persen, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim yang telah masuk kategori tinggi sejak 2020," jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa prioritas pembangunan Pemprov Jatim ke depan akan berfokus pada lima bidang utama, yakni peningkatan daya saing ekonomi dan inovasi, kualitas SDM, perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, serta pertanian berkelanjutan.
"Saya meyakini bahwa Singapura dan Jawa Timur memiliki banyak kesamaan tujuan, terutama dalam memajukan inovasi, SDM, dan keberlanjutan," tuturnya.
Khofifah berharap, diskusi tersebut dapat membuka peluang baru bagi kolaborasi yang lebih kuat dan kemitraan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Ia juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan persahabatan yang terjalin.
"Semoga hubungan kita terus tumbuh erat dan membawa kemakmuran yang lebih besar bagi masyarakat Jawa Timur maupun Singapura," harapnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura H.E. Vivian Balakrishnan menyampaikan bahwa hasil pertemuan dan silaturahmi dengan Gubernur Khofifah akan ditindaklanjuti untuk kerja sama di masa mendatang. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




