Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan fluktuasi ekonomi global, perekonomian Jawa Timur menunjukkan performa tangguh dan pertumbuhan inklusif pada kuartal III 2025, bahkan melampaui capaian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 November 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 1,70% secara quarter to quarter (q-to-q) dibanding kuartal II 2025.
BACA JUGA:
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
“Alhamdulillah, secara (q-to-q) ekonomi Jatim tumbuh 1,70%, angka ini adalah pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Pulau Jawa. Ini menunjukkan daya tahan dan soliditas ekonomi Jatim yang luar biasa,” kata Gubernur Khofifah, Selasa (11/11/2025).
“Di tengah fluktuasi ekonomi dunia, Jawa Timur mampu membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga pertumbuhan yang stabil dan inklusif,” imbuhnya.
Secara year on year (y-o-y) terhadap kuartal III 2024, ekonomi Jatim tumbuh 5,22%, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang tercatat 5,04% (y-o-y) dan 1,43% (q-to-q).
"Dengan angka tersebut, Jatim tercatat penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa sebesar 25,65%, dan nasional sebesar 14,54%," ucap Khofifah.
Industri Pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 1,87%, sementara sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 9,18%. Dari sisi pengeluaran, Komponen PMTB tumbuh 5,25%, dan Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh 7,19%.
“Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi (q-to-q) adalah pertumbuhan sektor pertanian. Karena masuk masa puncak panen tebu dan masuk masa panen tembakau,” kata Khofifah.
Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan adalah peningkatan distribusi listrik dan gas, progres proyek infrastruktur, serta realisasi investasi. Sementara secara y-o-y, pertumbuhan didorong oleh peningkatan investasi, jumlah wisatawan nusantara, dan ekspor luar negeri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




