Wakil Bupati Pasuruan, M. Shobih Asrori, saat memberi sambutan.
Ditekankan pula olehnya, Pemkab Pasuruan siap bersinergi dengan STEBI Sidogiri dan pesantren dalam berbagai agenda strategis.
“Kerja sama Pemkab dan STEBI menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas SDM dan memperluas dampak dakwah untuk kemajuan Pasuruan,” imbuhnya.
Dukungan juga datang dari kalangan mahasiswa. Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, menilai inisiatif BEM STEBI Sidogiri sebagai langkah konkret mahasiswa dalam menjaga tradisi dan memperkuat ukhuwah antar generasi muda.
“Kami bangga dengan kawan-kawan BEM STEBI Sidogiri. Mereka tidak hanya tajam dalam gagasan kritis, tetapi juga terdepan dalam merawat syiar dan kebudayaan Islam,” katanya.
Menurut dia, festival ini menjadi ruang produktif bagi kolaborasi antara kreativitas, keislaman, dan kebangsaan.
“Gerakan semacam ini membawa energi positif bagi masyarakat. Ia menunjukkan bahwa mahasiswa bisa berdakwah dengan cara yang segar dan berdampak,” paparnya.
Festival Al Banjari se-Pasuruan Raya yang digelar STEBI Sidogiri tak hanya menandai peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sinergi baru antara kampus, pemerintah, dan generasi muda Islam.
Dengan semangat kuliah ala santri dan visi digitalisasi dakwah, Pasuruan kian menegaskan diri bukan sekadar pusat pendidikan pesantren, melainkan episentrum gerakan intelektual Islam yang beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan ruh tradisinya. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




