Anggota DPD Lia Istifhama Ajak Mahasiswa FISIP UB Pahami Politik Sebagai 'SENI' Berbasis Pancasila

Anggota DPD Lia Istifhama Ajak Mahasiswa FISIP UB Pahami Politik Sebagai

“Dunia politik itu seni. Ada keindahan di dalamnya ketika dijalankan dengan nilai-nilai keadilan, cinta tanah air, dan kejujuran. Politik tanpa seni justru kaku dan kehilangan arah pengabdian,” jelasnya.

Ning Lia menegaskan bahwa politik adalah seni mengelola perbedaan demi kebaikan bersama. 

Seni dalam politik, menurutnya bukan kepura-puraan, tetapi kemampuan menjaga harmoni dalam keberagaman tanpa kehilangan idealisme dan etika.

Lebih lanjut, Ning Lia menekankan pentingnya memahami demokrasi substansial yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

“Demokrasi bukan sekadar pemilu lima tahunan. Demokrasi substansial adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila dihidupkan dalam perilaku politik, dalam pelayanan publik, dan dalam setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Sebagai tokoh perempuan yang konsisten menyuarakan isu kesetaraan, Ning Lia juga menyoroti peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.

“Anak-anak perempuan harus memiliki semangat dan keberanian. Kesetaraan bukan soal menyaingi laki-laki, tapi bagaimana berkontribusi dengan kemampuan dan empati. Politik yang beretika justru memerlukan sentuhan kelembutan dan keteguhan perempuan,” tutur putri KH Maskur Hasyim tersebut.

Dalam sesi dialog interaktif, Ning Lia mengajak mahasiswa agar tidak terjebak dalam stigma negatif terhadap politik. 

Ia menegaskan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, harus membangun karakter kuat, memiliki inisiatif, dan berani mengambil peran di tengah tantangan digitalisasi serta banjir informasi.