Gubernur Khofifah saat bertemu para pelajar yang mengikuti TKA atau tes kompetensi akademik.
Terkait isu kebocoran soal yang beredar di media sosial, Biyanto menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Kalau dulu ada pengawasan super ketat sampai muncul celah kebocoran, tahun ini sistemnya jauh lebih baik. Rasanya kebocoran nyaris tidak ada. Kalau pun ada laporan, tentu akan kami validasi dan tindak lanjuti,” katanya.
Ia juga menjelaskan, TKA dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari, yakni pukul 07.30 dan 10.00, dan akan berlanjut ke gelombang berikutnya bagi peserta yang belum sempat mengikuti ujian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut kendala listrik dan jaringan memang terjadi di beberapa titik, namun dapat diantisipasi dengan berbagai alternatif.
Ia mencontohkan insiden di SMAN 6 Malang yang langsung dijadwalkan ulang pada gelombang berikutnya, serta kejadian serupa di salah satu SMA di Madura yang hanya berlangsung singkat dan ujian tetap berjalan lancar.
“Rata-rata di Malang Raya karena hujan sangat deras sehingga mempengaruhi listrik maupun jaringan,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan pelaksanaan TKA tahun ini menggunakan 2 sistem akses jaringan, yaitu online penuh (langsung) dan online yang diunduh terlebih dahulu untuk dikerjakan secara offline.
Dengan berbagai upaya antisipatif tersebut, pelaksanaan TKA 2025 di Jawa Timur dinilai berjalan tertib, transparan, dan adaptif terhadap tantangan teknis di lapangan. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




