Pemkot Kediri bersama Tim Gabungan Gelar Survei Lapangan dan Pengawasan SPPG

Pemkot Kediri bersama Tim Gabungan Gelar Survei Lapangan dan Pengawasan SPPG Tim Gabungan saat melakukan Survei Lapangan ke SPPG MBG Kota Kediri. (Ist)

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bersama Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), dan puskesmas menggelar survei lapangan dan pengawasan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi () Kota Kediri.

Kegiatan yang menyasar sebanyak 21 ini digelar sejak Senin (13/10/2025) hingga Jumat (17/10/2025).

Pada hari Kamis (16/10/2025), tim gabungan mendatangi Ngampel untuk memastikan keamanan, kelayakan, dan mutu makanan yang didistribusikan, serta mencegah penyakit akibat makanan yang tidak higienis.

Hal ini dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap kebersihan tempat pengolahan, sanitasi, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah, dan standar higiene lainnya, demi melindungi kesehatan penerima manfaat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Fahmi Adi Priyantoro menerangkan, inspeksi kesehatan merupakan salah satu persyaratan untuk menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau bukti tertulis dari Dinas Kesehatan Kota Kediri yang menyatakan bahwa telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Kalau skor IKL-nya minimal 80 baru boleh diterbitkan SLHS disertai juga hasil laboratorium yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Ia menargetkan seluruh di Kota Kediri telah mengantongi SLHS paling lambat pada 30 Oktober 2025.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, tim gabungan akan membahas lebih lanjut hasil inspeksi lapangan, seperti kekurangan yang harus dipenuhi, dan memberikan rekomendasi ke terkait kelengkapan yang harus dipenuhi.

“Kami menindaklanjuti dengan tetap melakukan pengawasan ketat bersama tim, jangan sampai setelah kami menerbitkan SLHS ternyata ada yang bermasalah. Harapan kami semuanya aman,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Ngampel, Vena Patricia, menilai upaya ini sangat membantu pihaknya dalam berbenah mengingat Ngampel masih baru beroperasi. Saat ini, Vina bersama tim Ngampel selalu memegang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan Badan Gizi Nasional (BGN).

“SOP yang kami jalankan ada banyak, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengolahan limbah,” ujarnya.

Saat memilih bahan baku, lanjut dia, pihaknya hanya menerima yang masih segar dan tidak kusut. Proses penyimpanan pun tak luput dari perhatian dengan memisahkan bahan kering dan basah sesuai dengan suhu yang ditetapkan.

Sebelum diolah, bahan baku terlebih dahulu dicuci dengan air bersih yang mengalir. Selanjutnya masuk ke tahap pengolahan, bahan-bahan diolah sebaik mungkin dengan memperhatikan suhu dan waktu pengolahan. Saat pemorsian memperhatikan porsi kecil dan besar sesuai dengan gramasi yang ditentukan ahli gizi. Terakhir masalah sanitasi, petugas menyortir limbah organik dan anorganik sebelum dibuang.

“IPAL kami sudah ada filternya, jadi pembuangan limbah ke akhir sudah bersih,” tegasnya.

Setiap hari, Ngampel melayani untuk 20 sekolah dengan porsi mencapai 3000 sehari.

“Pesan dan harapan kami semoga masyarakat selalu percaya dengan program ini karena sudah berusaha sebaik mungkin sesuai dengan SOP yang berlaku dan mengutamakan kebersihan,” pungkasnya. (uji/msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO