Sekolah Anak Sungai Surabaya saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto: Ist
“Maulid Nabi adalah momen untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita ketahui, di awal dakwah beliau, masyarakat Makkah menolak. Namun, setelah melihat indahnya ajaran Islam, masyarakat Makkah pun akhirnya masuk Islam secara kompak,” paparnya.
Ia juga mengaitkan perjuangan Nabi Muhammad dengan perjalanan Sekolah Anak Sungai yang didirikan oleh Chusniyati.
“Sekolah Sungai ini, yang sempat dicibir dan ditolak oleh masyarakat nelayan di awal pendiriannya, kini mulai dirasakan manfaatnya. Lingkungan menjadi lebih bersih, dan warga pun menikmati keuntungan sebagai nasabah bank sampah. Semua ini berkat kesabaran dan perjuangan yang tidak kenal lelah yang dilakukan Ibu Chusniyati sehingga mendapatkan penghargaan dari pemerintah,” ucapnya.
Ia menegaskan, kesabaran adalah kunci utama dalam setiap perjuangan.
“Memang begitu, ketika kita berjuang, kuncinya adalah sabar. Seperti halnya perjuangan Nabi Muhammad SAW, yang meskipun dihadapkan dengan banyak tantangan, beliau tetap sabar dan teguh dalam menyebarkan Islam,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Nor Hadi, Penyuluh Agama Islam PPPK Kecamatan Gubeng. Doa dipanjatkan untuk kesejahteraan warga sekitar dan agar kegiatan serupa terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat. (mdr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




