Heboh Infiltrasi Zionis, Gus Yahya One Man Show, Rais 'Aam PBNU Tak Dilibatkan

Heboh Infiltrasi Zionis, Gus Yahya One Man Show, Rais Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA. Foto: bangsaonline

Kiai Imam Ghazali Said tak habis pikir mengundang Berkowitz ke . Sekarang, kata Prof Kiai Imam Ghazali, gara-gara kebijakan yang “main mata” dengan Zionis NU dibully banyak orang.

Ia mengaku sangat prihatin. Bahkan Kiai Imam Ghazali sempat terhenti berbicara. Ia menangis.

“Kalau begini gimana,” katanya terisak.

Pengasuh Pesantren Mahasiswa An Nur Wonocolo Surabaya itu menilai sudah keterlaluan. Menurut dia, bukan hanya menyakiti hati para pendiri NU, terutama Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Tapi juga menentang nurani umat Islam se dunia. Apalagi sebanyak 147 dari 193 negara anggota PBB mendukung Palestina sebagai negara berdaulat.

Prof Kiai Imam Ghazali Said memahami bahwa awalnya mau memperjuangkan Palestina lewat diplomasi. Ia ingin meniru Gus Dur.

“Kita kan husnudzan saja,” katanya.

“Tapi itu bukan kelasnya. Orang Israel itu tidak bodoh. Justru yang dipermainkan Israel. Orang Yahudi itu, kalau dalam diplomasi, siapa memanfaatkan siapa,” tegas Kiai Imam Ghazali Said yang sering berkunjung ke Timur Tengah, termasuk ke Yerussalem atau Palestina. Apalagi, jika bergadeng tangan dengan Israel itu bermotif pragmatis alias dana. semakin dipermainkan.

“Kalau Gus Dur kan tidak dipermainkan, karena kelasnya beda,” tegas Kiai Imam Ghazali Said sembari mengatakan bahwa dari segi intelektual dan ketokohan jangan dibanding dengan .

Menurut Kiai Imam Ghazali Said, selama ini sebagai ketua umum one man show. Tak melibatkan Rais ‘Aam KH Miftachul Akhyar. Sehingga kebijakan-kebijakannya tak melibatkan Rais ‘Aam. Termasuk soal Pater Berkowits. Otomatis Rais ‘Aam Syuriah tak tahu.

“Kalau diplenokan pasti ditolak,” kata Kiai Imam Ghazali Said yang S2-nya lulusan Universitas Khortum Sudan.

Kini masalah Zionisme ini sudah bocor ke publik. Tapi Rais ‘Aam tak berdaya. Padahal secara AD/ART Rais ‘Aam adalah pimpinan tertinggi.

Menurut dia, seharusnya Kiai Miftachul Akhyar bisa menonaktifkan . Karena Rais ‘Aam punya otoritas dan pemimpin tertinggi di NU.

Alumnus Universitas Al Azhar Mesir itu menilai bahwa Gus Yahya tak akan pernah berhenti “main mata” dengan Zionis. “Ya, tak mungkin,” katanya.

Karena itu harus ada langkah tegas secara organisatoris agar lepas dari infiltrasi bahkan intervensi Zionis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO