Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Zainal Siahaan (nomor 2 dari kiri) saat memberikan cendera mata ke Plh. Sekdakot Kediri, Ferry Djatmiko. Foto: Ist
Ferry menekankan, tantangan utama adalah memastikan pemanfaatan DBHCHT tepat sasaran dan berdampak nyata. Oleh karena itu, Pemkot Kediri terus melakukan evaluasi dan koordinasi lintas perangkat daerah.
Sementara itu, Zainal Siahaan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemkot Kediri. Ia mengungkapkan bahwa Pematangsiantar hanya menerima sekitar 0,5% dari total DBHCHT yang diterima Kediri, namun tetap dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Dana tersebut utamanya digunakan untuk mendukung pekerja pabrik rokok PT STTC yang mempekerjakan sekitar 7.000 orang, melalui pelatihan dan bantuan alat kerja.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin belajar dari Kota Kediri, khususnya terkait pemanfaatan DBHCHT yang lebih luas dan pengembangan layanan kesehatan serta rumah sakit yang telah berkembang baik di sini,” kata Zainal.
Rombongan juga menaruh perhatian pada pengembangan UMKM di Kediri, termasuk produk batik karya siswa sekolah luar biasa yang dinilai inspiratif dan bernilai ekonomi.
Menutup sambutannya, Zainal berharap kerja sama dan pertukaran pengalaman antara kedua daerah dapat terus berlanjut.
“Meski saya akan segera memasuki masa purna tugas, komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan DBHCHT dan pengembangan sektor ekonomi akan diteruskan pemerintah daerah,” pungkasnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




