Kebakaran pabrik kimia PT Sorini Towa Berlian Corporindo (STBC) di Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
“Kami sering cemas, apalagi kalau ada bau kimia menyengat,” ucap seorang warga.
Pertanyaan pun muncul mengenai bagaimana izin industri berisiko tinggi bisa diterbitkan di dekat kawasan hunian padat. Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah daerah belum memberikan penjelasan resmi.
Pihak manajemen PT STBC juga belum mengeluarkan pernyataan. Publik kini menanti kejelasan terkait sistem keamanan, standar keselamatan kerja, dan prosedur darurat yang diterapkan perusahaan.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara menyebutkan api berasal dari hubungan arus pendek listrik.
Aparat bersama Dinas Tenaga Kerja dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan akan melakukan investigasi menyeluruh, termasuk soal penerapan standar keamanan industri.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Namun, kerugian materiil hanyalah satu sisi. Peristiwa ini kembali membuka perdebatan lama tentang tata ruang industri di Pasuruan, yang menempatkan pabrik berisiko tinggi terlalu dekat dengan rumah warga. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




