Rakor lintas sektor yang digelar Dinkes Kota Kediri
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Menghadapi potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor.
Kegiatan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kediri pada Kamis (18/9/2025), dan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta Kejaksaan Negeri Kota Kediri.
BACA JUGA:
- Dinkes Kota Kediri dan BNN Ajak Mahasiswa Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba
- Wali Kota Kediri Hadiri Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Al Amien
- 38 PNS Kediri Naik Pangkat, Mayoritas Guru Diminta Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya
Kepala Dinas Kesehatan dr Moh Fajri Mubasysyir, menyampaikan, bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 150 kasus DBD di Kota Kediri.
Berdasarkan pemetaan wilayah, Kecamatan Pesantren mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 61 kasus, disusul Kecamatan Mojoroto sebanyak 50 kasus, dan Kecamatan Kota sebanyak 39 kasus.
“Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun 2024 yang mencapai 256 kasus. Dan tahun 2024 menjadi puncak tertinggi karena musim penghujan berlangsung cukup panjang dan merata di berbagai wilayah,” jelas dr. Fajri.
Menurutnya, Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah langkah preventif, di antaranya memperkuat sinergi lintas sektor serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkelanjutan dan terpadu.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, memutus siklus hidupnya, serta mencegah penyebaran virus dengue.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




