Jadi Sorotan PHK di Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, ini Kata Dedi Mulyadi

Jadi Sorotan PHK di Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, ini Kata Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Sabuga ITB, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (16/9/2025).Foto: Kompas.com

Kemudian, pada bulan Februari, jumlah tersebut melonjak menjadi 3.862 orang, membuat naik ke posisi kedua di bawah Jawa Tengah.

Kenaikan signifikan terjadi pada Maret 2025, ketika resmi menduduki posisi pertama dengan 1.288 orang atau 25,83 persen dari total 4.987 tenaga kerja yang terkena PHK secara nasional. Posisi ini bertahan hingga Agustus 2025.

Meskip angkat tersebut masih tinggi, trennya menunjukkan bahwa adanya penurunan signifikan. Dari 1.288 kasus pada Maret, angka itu menurun menjadi 261 kasus pada Agustus 2025. Tren ini sejalan dengan penurunan nasional, sekaligus menunjukkan adanya daya serap tenaga kerja yang cukup tinggi di .

"Secara jumlah, trennya memang menurun. Cuma memang dari segi jumlahnya tertinggi. Jadi wajar kalau 261 kasus se-Jabar, sedangkan jumlah perusahaan di itu ada 230 ribu," ujar Firman.

Meski angka PHK dinilai masih tinggi, Dedi Mulyadi menekankan bahwa selalu ada peluang baru yang akan menyerap tenaga kerja. Hal ini, karena sejumlah investasi akan mulai berjalan pada Oktober 2025, dan diproyeksikan membuka lapangan kerja baru.

"Bisa saja di bulan Oktober ini kan saya akan launching untuk sistem pelayanan tenaga kerja online yang mulai rekrutmen karyawan di Indramayu. Tahun depan karyawan di Subang. Di Bekasi juga mulai rekrut," jelas Dedi.

Dedi mengatakan, dinamika ini, selalu menghadirkan tantangan sekaligus kesempatan.

"Jadi ya memang ada yang berhenti, tetapi juga ada ruang untuk masuk," ujarnya. (rif)

Sumber: Kompas.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Gara-Gara Hasil Cukur Tak Sesuai Harapan, Tukang Cukur di Bogor Nyaris Dibacok Pelanggannya':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO