Diwisuda Jadi Guru Ngaji, 31 WBP Lapas Pamekasan Diharapkan Cetak Generasi Qurani

Diwisuda Jadi Guru Ngaji, 31 WBP Lapas Pamekasan Diharapkan Cetak Generasi Qurani Foto bersama antara Bupati Pamekasan dengan Kalapas Kelas II A Pamekasan serta seluruh WBP.

“Nabi kita adalah teladan akhlak mulia, dan semangat beliau harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berubah ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para pembimbing, ustadz, dan seluruh jajaran petugas Lapas yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program Qurana. 

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan menjadi jalan hidayah bagi kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap program tersebut. 

“Ini sangat bagus untuk peningkatan kualitas warga binaan. Bahkan kalau memungkinkan, mereka juga diarahkan menghafal Al-Qur’an. Nanti nama-nama mereka akan kami masukkan ke komunitas Tahfidz di Pamekasan, supaya bakat ini tidak hilang,” ucapnya.

Sedangkan Bendahara Qurana Foundation Indonesia, Siti Halilah, mengungkapkan bahwa pelatihan di dalam lapas memiliki tantangan tersendiri. 

“Prosesnya hampir tujuh bulan karena keterbatasan waktu di dalam Lapas. Tantangannya beda, harus melalui prosedur ketat, tapi ustaz-ustazah dengan sabar membimbing. Banyak yang awalnya belum bisa membaca Al-Qur’an, sekarang sudah siap mengajarkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, program akan diperluas dengan pelatihan kitab kuning, dakwah, hingga pelatihan imam sholat sebagai bentuk penguatan kapasitas spiritual warga binaan. (dim/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO