Ketua LD PBNU, KH. Abdullah Syamsul Arifin. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE
“Lebih baik ada perubahan kepemimpinan saja. Saya menghendaki Kiai Romli Syahir dan Nun Hafid bisa terpilih. Alasannya, karena berdua lebih luas wawasannya,” ucap Ustadz H. Nor dan H. Jamal.
Menanggapi pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Kota Kraksaan yang akan digelar pekan depan, KH. Abdullah Syamsul Arifin menyebut konfercab merupakan momentum evaluasi program lama dan penetapan arah organisasi lima tahun ke depan.
“Saya kira sosok seperti Kiai Romli Syahir ini mempunyai perangkat yang lumayan lengkap. Beliau santri sekaligus akademisi dengan jenjang pendidikan tinggi, seorang doktor dengan karakter keulamaan yang kuat. Figur ideal dalam kepemimpinan NU,” paparnya.
Kiai asal Jember ini juga menambahkan, KH. Romli Syahir memiliki empat karakter penting, yakni akademik yang kuat, kemampuan manajerial, komunikasi yang baik, serta kemampuan dakwah yang menjangkau seluruh segmen warga NU.
“Syuriah lebih ditekankan pada wawasan keilmuan dan keulamaan. Karena itu nanti yang akan mengendalikan organisasi melalui keputusan-keputusan yang dilaksanakan oleh Tanfidziyah sebagai motor penggeraknya,” pungkasnya. (ndi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




