Ilustrasi campak
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Lonjakan kasus campak di Kabupaten Pamekasan semakin mengkhawatirkan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat per 1 September 2025, tercatat sebanyak 360 kasus suspek campak, dengan 160 di antaranya dinyatakan positif.
BACA JUGA:
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
- DLH Pamekasan Olah Sampah Plastik hingga Maggot untuk Dongkrak PAD
Kecamatan Proppo menjadi wilayah dengan jumlah kasus positif terbanyak, yakni 40 kasus.
Sementara itu, Puskesmas Panaguan mencatat 29 kasus positif, termasuk dua pasien yang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut.
Jumlah tersebut tersebar di 7 kecamatan berbeda di Pamekasan, meliputi Kecamatan Galis (Desa Polagan), Kadur (Pamoroh dan Bangkes), Pademawu (Dasok, Jarin, Majungan), Pengaan (Larangan Badung), Pamekasan (Bugih dan Gladak Anyar), Proppo (Batukalangan, Campor, Gro’om, Jambaringin, Panaguan, Pangbatok), serta Waru (Sumber Waru).
Sedangkan Dinkes Pamekasan mencatat, kasus positif campak tersebar di 21 wilayah kerja Puskesmas di Pamekasan per Selasa (2/9/2025). Meliputi Puskesmas Bandaran dan Tlanakan, masing-masing sebanyak 9 pasien, Puskesmas Pademawu sebanyak 10 pasien, Sopa’ah 19 pasien, Galis dan Larangan masing-masing 6 pasien.
Puskesmas Talang dan Teja masing-masing 3 pasien positif, Kowel 13 pasien, Proppo 11 pasien, Panaguan 29 pasien dan 1 pasien di antaranya meninggal dunia, Palengaan 2 pasien, Pagantenan 1 pasien, Bulangan Haji 1 pasien, Kadur 11 pasien, Pakong 2 pasien, Waru 11 kasus suspek, Tampojung Pregi 3 pasien positif, Batumarmar 11 pasien, Pasean 2 pasien positif dan satu pasien di antaranya meninggal dunia, serta Larangan Badung sebanyak 5 pasien positif.
dr. Saifuddin, Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, membenarkan adanya peningkatan signifikan kasus campak yang kini menyebar di sejumlah kecamatan dan desa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




