Presiden RI Prabowo Subianto saat menyematkan penghargaan Maha Putra Nararya kepada Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Istana Negara Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto: Setneg
Kiai Asep memang sangat layak mendapat penghargaan dan pengakuan pemerintah atas prestasinya dalam mengelola sekaligus memajukan pendidikan pondok pesantren.
Karena Pondok Pesantren yang didirikan Kiai Asep pada 2006 itu memang banyak melahirkan santri berprestasi. Bahkan pada tahun ajaran 2024-2025 ini sebanyak 1.258 santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri. Seperti di ITB, Unair, UI, ITS, UIN, IPB, UB, Unesa dan perguruan tinggi negeri lainnya.
Santri Amanatul Ummah juga banyak diterima di perguruan tinggi luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jerman Rusia, Maroko, Mesir, Malyasia, Tunisia dan negara-negara lainnya.
"Sebanyak 65 anak diterima di Kedokteran. Termasuk Kedokteran Unhan," kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE sembari mengatakan bahwa santri Amanatul Ummah yang diterima di Unhan sebanyak 10 orang.
"Enam diantaranya di Kedokteran," tutur Kiai Asep.
Kini Kiai Asep membidik Akmil dan Akpol. Sebanyak 108 santri Amanatul Ummah dididik secara khusus untuk masuk Akmil dan Akpol.
"Saya targetkan 40 santri diterima di Akmil dan Akpol sehingga mereka bisa jadi calon jenderal baik jenderal TNI angkatan darat, laut, udara atau polisi. Sekarang sudah 12 santri Amanatul Ummah yang diterima di Akmil dan Akpol," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
"Untuk Kedokteran saya targetkan 100 anak Amanatul Ummah lolos," tambah kiai miliarde tapi dermawan itu. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




