Hj. Tri Astuti
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi elemen penting terlaksananya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, keberadaan SPPG yang difungsikan sebagai dapur umum juga menyerap tenaga kerja lokal. Salah satunya SPPG di Desa Kepohagung dan Magersari Kecamatan Plumpang.
BACA JUGA:
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Harga Sapi di Pasar Kerek Tuban Naik Rp1,5 Juta per Ekor Jelang Iduladha
Mitra kerja SPPG di Kecamatan Plumpang, Tri Astuti menginformasikan jika pembangunan dapur SPPG di Desa Kepohagung dan Magersari setidaknya menyerap puluhan tenaga kerja yang merupakan warga sekitar desa.
Setiap satu dapur SPPG, lanjut Astuti, membutuhkan sekitar 50 orang pekerja. Terdiri dari 3 orang tenaga dari Badan Gizi Nasional (BGN) yaitu kepala SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan. sementara sisanya menjadi peluang bagi warga disekitar SPPG.
"Kita kemarin sudah melakukan rekrutmen. Alhandulillah semua pekerja berasal dari warga sekitar dapur SPPG. Kecuali 3 orang saja yang memang dari BGN," beber Astuti.
Menurut Astuti yang juga anggota DPRD Tuban ini, keberadaan dapur SPPG sangat membantu mengurangi pengangguran, karena mampu menyerap pekerja minimal 47 orang untuk satu SPPG.
Sehingga jika ada puluhan dapur SPPG makan akan ada ratusan sampai ribuan tenaga kerja lokal yang terserap.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




