Hj. Tri Astuti
Astuti menambahkan, meski pekerjanya diambil dari warga desa, ia menjamin kualitas dan kuantitas MBG sesuai standart yang ditentukan. Sebab ada komitmen terkait tupoksi pekerjaan.
"Kami tekankan kepada pekerja, jika memang serius mau bekerja, mereka wajib disiplin dan mematuhi semua tata tertib. Dan yang paling penting mau menjaga kebersihan diri serta semua peralatan yang digunakan. Kebersihan Ini sangat wajib dan mutlak hukumnya," tegas Astuti.
Tak hanya itu, lanjut Astuti, semua SOP juga harus sesuai standart yang diterapkan, mulai dari pemilihan bahan makanan, pengolahan, pencucian hingga memasak dan pembagian ke sekolah.
"Semua tahpan itu wajib dilaksanakan sesuai SOP standar BGN," cetusnya.
Astuti menambahkan, direncakan bakal ada lima sampai enam dapur SPPG di kecamatan Plumpang yang akan mencakup sejumlah sekolah SD hingga SMA disekitar wilayah tersebut.
"Kalau di Plumpang dan sekitarnya ini butuh 5 sampai 6 dapur SPPG. Dan sementara ini baru kita bangun dua dapur, beberapa masih pengajuan," terangnya.
Astuti yang juga Kader Gerindra ini berharap, program MBG tersebut tak hanya membawa dampak positif dalam rangka pemenuhan gizi generasi muda. Namun juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga (coi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




