Budi Arie Setiadi dan Jokowi. Foto: instagram
“Padahal wes ceto welo-welo,” kata mereka. Ternyata, kata mereka berkesimpulan, Jokowi masih sakti. Masih bisa melindungi pendukung setianya: Budi Arie Setiadi.
Sekarang publik terbelalak. Ternyata Budi Arie Setiadi mulai tak setia pada Jokowi. Ia tak seperti namanya: Setiadi yang berasal dari kata Setia (orang yang dapat diperaya atau paling setia) dan Adi (kebaikan). Yang berarti orang setia yang memiliki kebaikan.
Budi Arie justru memilih tegak lurus pada Presiden Prabowo. “Ikut perintah Pak Presiden,” kata Budi Arie tanpa tedeng aling-aling di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Budi Arie menyampaikan itu ketika ditanya apakah ia akan masuk PSI atau Gerindra. Padahal Jokowi sudah terang-terangan akan mendukung PSI yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Ia bahkan mengaku siap masuk Gerindra. "Kita siap. Semua yang diperintah Presiden kita siap. Kita tegak lurus Pak Presiden," kata Budi Arie lagi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo saat pidato di Kongres PSI di Solo, berkelakar. Ia menanyakan posisi Budi sebagai kader partai apa.
"Masuk PSI ya kau? Bukan, hah?" ujar Prabowo disambut riuh tawa para hadirin.
"PSI atau Gerindra, kau?" tambah Presiden Prabowo di Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, Ahad (20/7/2025).
Budi Arie tampaknya sudah memilih jalan sendiri. Hati Jokowi pasti gundah. Atau makin gundah. Ternyata lengser dari kursi presiden ia tidak bisa asyik menimang cucu. Tapi justeru didera berbagai masalah. Cukup serius sekaligus merisaukan. Mulai dari heboh ijazah palsu, pelengseran Gibran, hingga dugaan kasus korupsi menantunya, Boby Nasution. Dan masih banyak lagi.
Namun yang paling menyakitkan tentu “pengkhianatan” para pendukung setianya. Pernyataan Budi Arie Setiadi yang mengaku tegak lurus kepada Presiden Prabowo Subianto pasti menyayat hati dan menampar muka presiden ke-7 itu.
Tapi itulah politik. “Tak ada lawan dan kawan abadi. Yang ada hanyalah kepentingan abadi,” kata Lord Acton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




