Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, Ahmad Muzayin Safrial. Foto: Ist
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Perseroda Aneka Usaha Sidoarjo dinilai stagnan dan belum menunjukkan peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, perusahaan milik Pemkab Sidoarjo tersebut perlu direvitalisasi dengan menambah fungsi leading sector dalam penguatan ketahanan pangan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, Ahmad Muzayin Safrial, menyatakan langkah revitalisasi lebih efektif dibanding membentuk perseroan daerah baru.
BACA JUGA:
- Anggota DPRD Elyas Beri Bantuan ke Lansia Penjual Kopi di Gempol Pasuruan
- Syawalan PCNU Surabaya-Gerindra, Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Kemaslahatan Umat
- Rencana WFH ASN demi Efisiensi BBM, Anggota DPRD Sidoarjo ini Minta Kajian Matang
- Anggota DPRD Tuban Tri Astuti Safari Ramadan Bersama Yatim dan Kader Partai
“Sementara kebutuhan ketahanan pangan itu mendesak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Menurut dia, optimalisasi Perseroda dapat dilakukan dengan memperluas usaha ke sektor strategis seperti distribusi pangan, logistik, dan rantai pasok, serta memperkuat permodalan dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia turut menekankan pentingnya menyesuaikan program daerah dengan misi Presiden dalam RPJMN 2025–2029 terkait ketahanan pangan.
“Untuk mencapai target ketahanan pangan, kita harus siapkan instrumen dan infrastrukturnya terlebih dahulu. Ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan kebijakan yang kuat, termasuk Perda yang mengarahkan peran kelembagaan daerah secara strategis,” paparnya.
Muzayin juga menegaskan perlunya kolaborasi dengan BUMN, swasta, dan pelaku usaha lokal. Sebagai langkah konkret, Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo telah mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk memperkuat peran BUMD, khususnya Perseroda. Usulan tersebut mendapat respon positif dari Ketua DPRD Sidoarjo.
“Alhamdulillah, Ketua DPRD merespon positif usulan tersebut. Ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat peran BUMD dalam pembangunan daerah,” katanya.
Revitalisasi Perseroda Aneka Usaha dinilai menjadi langkah strategis agar agenda ketahanan pangan nasional benar-benar berjalan di tingkat daerah. Tanpa pembenahan kebijakan, potensi besar Sidoarjo dikhawatirkan tidak akan terkelola optimal. (sta/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




