BERASAP: Kondisi hutan Gunung Lawu yang masih tampak mengeluarkan asap, Senin (19/10) siang. Foto: zainal abidin/BANGSAONLINE
Marwan sudah biasa naik Gunung Lawu. Nanang pernah sekali. Sementara Novi dan Rita baru sekali ini.Tak dinyana, akhir pekan lalu merupakan pendakian terakhir Marwan. Dia dan anaknya Nanang tewas dalam kebakaran hutan. Sedangkan anak perempuannya, Novi terluka.
Novi saat ini dirawat di Solo. Sebagian keluarga menunggui di sana."Sebagian keluarga di sini (RS)," kata Heti. Selain keluarga Marwan, ada 4 korban tewas lainnya. Tiga di antaranya berasal dari Ngawi, satu berasal dari Jakarta.
Sementara suasana duka tampak jelas di kediaman keluarga Sumarwan di Desa Beran, Kecamatan/Kabupaten Ngawi yang kehilangan empat orang anggota keluarganya karena terbakarnya gunung Lawu.
Empat anggota keluarga tersebut adalah kepala keluarga Sumarwan, dua orang anaknya Nanang Setyawan, dan Novi Dwi Istiwati serta seorang keponakan Sumarwan, Rita warga Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.
Mengatahui kenyataan tersebut, Sumiyatun istri Sumarwan yang syok tak jarang jatuh pingsan karena tak kuasa menahan tekanan batin karena ditinggalakan suami dan kedua orang anaknya untuk selamanya.
Menurut salah satu tetangga korban, Didik, awalnya Marwan tidak berniat ikut kedua anaknya untuk mendaki gunung Lawu. Namun karena dibujuk putrinya, akhirnya mereka berangkat bersama-sama.
"Yang mengajak untuk muncak itu Mbak Novi akhirnya seluruh keluarga termasuk keponakannya Rita ikut muncak. Bahkan Rita juga mengajak pacarnya Awang untuk ikut mendaki gunung Lawu," ujarnya, Senin (19/10). (dtc/bjt/nal/ns/sta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




