Gubernur Khofifah dan Bupati Fawait memantau ketersediaan BBM di SPBU Kaliwates, Jember. (dok. Ist)
“Sementara mobil tangki Pertamina membawa muatan hingga 21 ton. Ini memaksa distribusi untuk memutar ke jalur lain, yang tentunya memerlukan waktu dan biaya lebih,” tambahnya.
Di tengah situasi tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa Pertamina telah mengambil langkah cepat dan terukur.
“Suplai kini dialihkan dari beberapa terminal lain seperti Surabaya, Malang, Semarang, dan Yogyakarta. Ini bagian dari sistem distribusi nasional Pertamina yang saling menopang satu sama lain melalui sistem Patra Niaga,” ujarnya.
Dari data yang disampaikan, kebutuhan harian BBM Jember berada di angka 900 kiloliter.
“Per kemarin, sudah masuk sebanyak 1.300 kiloliter. Artinya suplai sudah melebihi kebutuhan harian. Bahkan beberapa SPBU sudah tidak lagi mengalami antrean panjang,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait menambahkan bahwa koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder menjadi kunci dalam percepatan penanganan krisis BBM.
Ia menyoroti pentingnya komunikasi terbuka dan responsif dari para tokoh daerah di tengah situasi krisis.
"Dari situ, ada arahan cepat dari Ibu Gubernur dan sinergi dengan pemerintah pusat yang membuat Jember menjadi kabupaten tercepat dalam mengatasi krisis BBM ini,” pungkas Bupati Fawait. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




