Ricuh! Aliansi Mahasiswa Papua Bubarkan Acara Seni Budaya di Kya-Kya, Ini Sebabnya

Ricuh! Aliansi Mahasiswa Papua Bubarkan Acara Seni Budaya di Kya-Kya, Ini Sebabnya Tangkapan layar video saat aliansi mahasiswa Papua meminta acara dibubarkan

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Acara pentas seni budaya yang digelar di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun pada Minggu (27/7/2025) pukul 19.30 WIB diwarnai ketegangan.

Peristiwa bermula saat sekelompok orang mengaku mahasiswa datang membubarkan acara. 

Pembubaran acara yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa dengan alasan bahwa pentas seni tersbeut tidak murni membawa nama .

Acara bertajuk seni dan budaya itu digelar oleh Perkumpulan Alumni Jawa Timur. Salah satu atlet nasional, Serafi Unani datang sebagai tamu utama.

Acara yang dimulai pukul 18.30 wib awalnya berjalan lancar saja. Ada beberapa tokoh asal datang dan juga perwakilan dari Pemerintah Kota.

Acara dimulai dengan penampilan dari band. Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow. Di tengah-tengah talkshow tiba-tiba sekelompok orang datang.

Mereka mengaku sebagai mahasiswa asal . Kelompok orang tersebut meminta agar acara tersebut dihentikan.

Dialog pun sempat terjadi antar pihak penyelenggara dengan sekolompok orang tersebut. Sekelompok orang tersebut menyebut acara ini bukan datang dari orang-orang .

"Sekalipun atas nama alumni, tapi kami tidak tahu alumni di mana, kedudukannya di mana, pendiriannya kapan, kami tidak tahu. Bapak-bapak ini bukan alumni, ini masyarakat yang bekerja, sudah penduduk Surabaya, berati bukan orang lagi," ujar salah satu dari kelompok orang yang tidak berkenan di sebut namanya.

Sekelompok orang tersebut merasa, orang-orang yang menggelar acara ini tidak pernah ada untuk mereka. Sebab, mereka mengaku selama ini mahasiswa mendapat teror tetapi tak pernah mendapat bantuan.

"Kami juga mahasiswa ini (mendapat) diskriminasi tapi alumni -alumni itu kemana, sebagai orang kemana selama ini," tambah orang itu.

Selama kerusuhan terjadi aparat kepolisian , TNI hingga Satpol PP pun datang. Mereka mencoba untuk meredam kegaduhan yang terjadi. Tapi, tidak ada titik temu.

Setelah dialog, tiba-tiba sekelompok orang itu pun berlarian ke arah kursi penonton. Kursi-kursi diporak-porandakan.

Seketika, para penonton dan tamu undangan yang hadir histeris. Mereka pun berlarian ke sana kemari. Bahkan, anak-anak yang hadir juga menangis. Ada pula penonton yang pingsan.

Sebelum kerusuhan di lokasi Kya-kya, Freek Cristiaan selaku Pengurus Alumni Jawa Timur, sempat mengatakan bahwa acara ini merupakan pentas seni dan budaya. Kegiatan tersebut ingin memperkenalkan budaya ke Masyarakat Surabaya.

"Artinya kita dari masyarakat ingin memperkenalkan budaya tari tarian kita kepada seluruh keluarga besar Jawa Timur khususnya yang ada di Kota Surabaya dan seluruh suku-suku yang ada kami undang untuk mengikuti acara," ujarnya.

Hingga pukul 20.00 WIB, pihak terkait masig l berdialog. Suasana Kya-kya Surabaya masih tegang. Walaupun lampu di area panggung dan pentas sudah diredupkan.

Hingga pasca kerusuhan terjadi pihak Polres Pelabuhan Tanjung perak belum bisa memberikan keterangan resmi terkiat kelanjutan penanganan kerusuhan tersbeut.(rus/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Diduga Patah As Roda Depan, Mobil Terbalik di Jembatan Suramadu':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO