Jatim menjadi provinsi dengan luasan mangrove terluas di Pulau Jawa, yaitu 30.839,3 ha.
Untuk itu, di momen Hari Mangrove Sedunia ini, Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat untuk beraksi nyata dalam perlindungan lahan mangrove di wilayahnya.
Termasuk mengajak seluruh elemen untuk melakukan upaya rehabilitasi lahan kritis di daratan dan pemulihan ekosistem mangrove dalam upaya mempertahankan dan memulihkan daya dukungan daerah aliran sungai.

Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara, diharapkan tidak hanya kuat secara ekonomi. Namun juga bisa menjadi leader maupun pioneer dalam berbagai aksi perlindungan ekosistem alam.
"Pada periode sebelumnya, seringkali kami sebut dengan penggalakan penanaman mangrove sebagai sedekah oksigen. Tidak hanya melestarikan alam, tapi juga bersedekah," ucap Khofifah.
"Manakala kita menanam pohon termasuk mangrove, lalu kita rawat dan tumbuh baik, selanjutnya pohon dan mangrove tersebut menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi kehidupan. Maka di hari mangrove ini mari kita masifkan sedekah oksigen dengan menanam mangrove," pungkasnya. (dev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




