Audiensi MUI Kota Probolinggo dengan Wali Kota Aminuddin
KOTA PROBOLINGGO,BANGSAONLINE.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo melakukan audensi dengan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin.
Audensi yang digelar di ruang Transit Pemkot itu, dihadiri langsung Ketua MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr KH. M. Sultho dan beberapa pengurus seperti pengurus harian, komisi fatwa dan MUI Kecamatan. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan MUI dan segera untuk ditindaklanjuti Wali Kota.
BACA JUGA:
- Namanya Dicatut Jadi Modus Penipuan, Wali Kota Probolinggo Minta Masyarakat Hati-Hati
- Pengurus Ponpes Wali Barokah dan LDII Kota Kediri Berkunjung ke Kediaman Ketua Umum MUI Pusat
- Kesepakatan Prabowo-Trump: Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal, Ini Respons LPPOM dan MUI
- PT Anugerah Jaya Megah Beri Bantuan Meja,Kursi dan Beasiswa ke Yayasan Nurul Islam Kota Probolinggo
Ada tiga fenomena yang menjadi keprihatinan MUI dan dibahas dalam audiensi tersebut.
Beberapa hal yang menjadi sorotan disampaikan langsung Ketua MUI, Prof Dr. KH. M Sulthon dan tertuang dalam dokumen Tausiyah MUI Nomor 01/MUI-KTPRB/TAU/VII/2025.
Tausiyah ini memuat seruan keagamaan sekaligus rekomendasi kebijakan terkait isu-isu sosial yang dinilai mendesak dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Kota Probolinggo, yaitu: peredaran minuman beralkohol dan narkoba, realitas LGBT, serta fenomena penggunaan sound horeg.
"MUI menyoroti maraknya peredaran minuman keras dan narkoba yang semakin mengkhawatirkan. MUI mendorong Pemerintah Kota, bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk meningkatkan pencegahan dan pemberantasan peredaran barang haram tersebut," ujar Kiai M. Sulthon dalam rilisnya diterima BANSGAONLINE.com Senin (21/7/2025).
Tidak hanya itu, realitas kedua adalah LGBT di Kota Probolinggo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




