Kepala Satuan Pendidikan SMAN 2 Batu, Wartono, saat menerima penghargaan Wali Kota Batu dan wakilnya.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - SMAN 2 Batu menjadi salah satu penerima penghargaan dalam ajang Anugerah Lingkungan Hidup 2025 kategori sekolah Adiwiyata. Ajang tersebut diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.
Sebanyak 12 sekolah di Kota Batu berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata, mulai dari tingkat kota hingga nasional, di antaranya SDN Pandanrejo 2 (tingkat nasional) dan SMAN 2 Batu (tingkat provinsi).
BACA JUGA:
- Pemkot Batu Amankan Aset PSU Rp741 Miliar dari Pengembang
- Studi Kampus SMAN 2 Batu, Bekali Siswa Wawasan Dunia Akademik
- Tekan Angka Kemiskinan hingga IPM Tembus 80,35, Wali Kota Batu Paparkan Capaian Positif LKPJ 2025
- Salat Id Berjemaah di Mapolres, Kapolres dan Wali Kota Batu Tekankan Toleransi Wujudkan Batu Sae
"Alhamdulillah, ini capaian yang luar biasa dari sekolah kami. Tentu saja ini berkat partisipasi seluruh warga sekolah yang dengan sungguh-sungguh memperhatikan persoalan lingkungan di sekolah," kata Kepala Satuan Pendidikan SMAN 2 Batu, Wartono, Rabu (9/7/2025).
Untuk mempertahankan predikat Adiwiyata tingkat provinsi, pihak sekolah akan melakukan sosialisasi terkait dasar hukum, manfaat, cara memperoleh, serta teknik pelaporan Adiwiyata.
"Untuk pelaksanaannya, sekolah nanti akan bekerjasama dengan pihak luar yang kompeten. Selain itu ada evaluasi dan RTL, terutama perbaikan dan pengadaan sarpras serta kegiatan baru yang inovatif," ujarnya.
Anugerah Lingkungan Hidup 2025 mengusung tema 'Be Hero For Zero (Waste): Think Green, Think Clean' dan berlangsung di TPA Tlekung, Kecamatan Junrejo. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan aksi nyata dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Batu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk DLH dan masyarakat.
Ia juga menyoroti tantangan anggaran dan capaian Kota Batu yang telah menutup landfill sejak 2023 serta mengoperasikan 21 dari 25 TPS3R yang direncanakan.
"Kami serius menangani sampah. Empat TPS3R yang belum terbangun akan segera direalisasikan, dengan anggaran yang tidak dipersulit. Produksi sampah Kota Batu mencapai 52.910,59 ton per tahun. Penguatan regulasi dan sinergi multisektor menjadi kunci," paparnya.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, juga melaporkan rangkaian kegiatan Greenovation Fest, termasuk peluncuran Big Composter Kick Off dan pembangunan rumah kompos di seluruh TPA.
Turut hadir dalam agenda tersebut, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, seluruh kepala SKPD, dan pimpinan instansi vertikal di lingkungan Pemkot Batu.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan berbagai penghargaan lingkungan, antara lain:
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




