Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Gus Imin usai agenda Rembug Warga Koordinasi Pengentasan Kemiskinan, Optimalisasi Pelaksanaan Inpres 8 Tahun 2025 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/6/2025).Foto: Kompas.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut akan menghentikan bantuan sosial kepada penerima manfaat yang diketahui menyalahgunakan bantuan tersebut untuk judi online (judol), meskipun masih tergolong miskin.
“Nanti akan kita telusuri datanya, kita cek. Karena kalau ada bantuan sosial digunakan untuk judol, kita akan hentikan bantuan sosialnya,” kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, di kantornya, Selasa (8/7/2025).
BACA JUGA:
- Orasi Ilmiah di UIN Surabaya, Mensos Gus Ipul Ulas Fondasi Indonesia Emas 2045
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Mensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya
- Menyelamatkan NU, Merawat Rahim: Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026
Menurut dia, penerima bantuan meskipun masuk dalam Desil 1, tetap diberlakukan sanksi.
“Iya, pokoknya kita kasih hukuman,” ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan rekening-rekening yang menggunakan dana bansosnya untuk judi online.
“Setelah mendapatkan izin dari Presiden, seluruh rekening penerima bansos dan pernah menerima bansos dari Kemensos, sebanyak 28 juta rekening lebih, kami serahkan kepada PPATK untuk dianalisis, didalami, dan dilihat agar kita mengetahui profil KPM,” ungkap dia.
Gus ipul membeberkan, PPATK menemukan 28,4 juta data rekening yang diserahkan Kemensos, terdapat 571,410 KPM yang NIK-nya identik dengan 9,7 juta data NIK yang diduga sebagai pemain judol.
“Dari 28,4 juta data yang kita serahkan dipadankan dengan 9,7 juta NIK yang ditengarai mereka sebagai pemain judol, ada 571.410 KPM yang NIK-nya sama,” ujar Gus Ipul.
“2 persen orang penerima bansos adalah pemain judol tahun 2024. Dan ini hanya untuk 2024 dan hanya di satu bank. Ini berdasarkan data yang kita kirim, terdapat 7,5 juta transaksi dengan nilai hampir Rp1 triliun,” tambahnya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




