Pelaku saat diamankan petugas dari Polsek Gubeng.
Melihat kunci masih menempel, pelaku langsung menyalakan mesin dan membawa kabur motor dalam hitungan detik. Namun, korban yang menyadari motornya dicuri langsung berteriak dan mengejar. Teriakan itu menarik perhatian anggota opsnal Reskrim Polsek Gubeng yang sedang berada di lokasi.
“Anggota reskrim mengejar dan pelaku berhasil dihentikan di kemacetan menuju traffic light Jl. Dharmawangsa,” kata Dwi.
Dari hasil pemeriksaan, HP mengaku telah melakukan enam aksi kejahatan di beberapa kota, termasuk Situbondo, Sidoarjo, dan Surabaya.
“Jadi pelaku ini ternyata sudah melakukan aksi mulai jambret kalung emas dan tas di wilayah Waru dan Taman, Sidoarjo. Bukan hanya itu, aksi tipu gelap juga dilakukan di Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, dan Surabaya. Dan untuk aksi terakhir curanmor di Gubeng, pelaku apes,” urai Dwi.
Pelaku juga mengaku bahwa hasil kejahatannya dijual di Madura dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Istri saya bekerja dan saya juga bekerja sebagai kernet, namun jarang bekerja karena menjadi kernet gajinya sedikit. Hasil penjualan motor curian cukup lumayan banyak, bisa untuk makan satu bulan,” akunya. (rus/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




