Pembukaan pembekalan mahasiswa KKN UINSA di Kecamatan Krejengan. Foto: ANDI SIRAJUDIN/ BANGSAONLINE
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo memberikan pembekalan kepada ratusan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, terkait program sertifikasi tanah wakaf.
Dalam kegiatan yang digelar di Kecamatan Krejengan, Kamis (19/6/2025) siang, BPN bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait. Seperti Kemenag, Kejaksaan, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Probolinggo, UINSA, para camat, kades atau lurah, serta penyuluh agama se-Kabupaten Probolinggo dari seluruh KUA.
Dalam sambutannya, Kepala BPN Kabupaten Probolinggo, Wida Rahadyan Adjie, bercerita tentang awal mula program sertifikasi tanah wakaf. Berawal pada tahun 2023, ketika BWI Pusat datang ke Kementerian ATR/BPN.
"Setelah itu, kita dikumpulkan di Kanwil BPN Jatim bersama BPN se-Jatim. Dari sana, kita ditarget dapat menyukseskan sertifikasi tanah wakaf seluruh Indonesia. Mari kita sukseskan program Pak Menteri ATR/BPN ini," ujar Wida di hadapan mahasiswa KKN UINSA.
Wida mengungkapkan, bahwa berdasarkan data SIMAS, di Kabupaten Probolinggo ada sekitar 6.400 tanah wakaf. Namun, target BPN tahun ini sekitar 3.100 bidang.
"Khusus di Kabupaten Probolinggo ada sekitar 3.100 target yang harus disertifikat tahun ini. Selanjutnya, menyusul untuk tahun 2026 mendatang," ungkap Wida.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




