Salah seorang warga binaan saat membawa hasil panen kangkung. (Ist)
Sumarji menjelaskan, SAE Lakuli juga terbuka untuk masyarakat sekitar. Pihaknya, membuka ruang bagi warga sekitar untuk membeli langsung hasil panen ini. Ini bukan hanya soal hasil tani, tapi juga bentuk interaksi sosial yang positif antara Lapas dan masyarakat luar.
Sementara itu, Kalapas Kediri, Solichin, dalam keterangan yang diterima Bangsaonline, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Lapas Kediri terhadap 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Salah satu poin penting adalah penguatan ketahanan pangan sebagai upaya produktif dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan,” kata Solichin.
Melalui panen perdana ini, lanjut Solichin, Lapas Kediri membuktikan bahwa proses pembinaan yang terencana dapat menghasilkan manfaat nyata.
“Selain sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan, kegiatan ini juga membangun semangat produktivitas serta memberikan dampak positif bagi pemenuhan kebutuhan internal dan masyarakat luas,” tutup Solichin. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




