Aktivis yang tergabung dalam Fortrans Pasuruan. Foto: Ahmad Fuad/BANGSAONLINE
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Dalam rangka meningkatkan kontrol sosial soal dinamika perjalanan pemerintah Kabupaten Pasuruan kedepan, aktivis Pasuruan timur dan barat berhimpun membentuk Forum Transparansi Pasuruan atau disingkat Fortrans Pasuruan.
"Kita bentuk forum ini dengan nama Fortrans," kata Koordinator aktivis, Lujeng Sudarto di Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, (13/06/2025).
Forum tersebut diprakarsai dua aktivis Pasuruan, Lujeng mewakili Pasuruan barat dan Ismail Maky mewakili Pasuruan timur.
Tujuan dari forum ini adalah untuk memberikan kritik terhadap tata kelola pemerintahan supaya lebih transparan dan akuntabel.
Dikarenakan menurut Lujeng, proses penganggaran yang sudah konstitusional melibatkan Timgar dan Banggar banyak terjadi rasionalisasi dengan dalih efisiensi.
Ironisnya fungsi kontrol dari DPRD juga relatif tidak jalan, bahkan cenderung transaksional.
"Coba liat dana pokir untuk kegiatan kesenian dan sejenisnya apakah berkorelasi dengan upaya peningkatan IPM Kabupaten Pasuruan," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




