Pasangan Rasiyo-Lucy saat di RM Nur Pacific Surabaya. foto: maulana/BANGSAONLINE
Rasiyo, yang asli putra Madiun ini mengklaim sangat paham kondisi Surabaya. "Saya paham betul di Surabaya. Pimpinan di legislatif dan eksekutif tidak berjalan bagus, dengan SKPD-nya juga. Kalau tidak ada komunikasi dengan baik, bagaimana membangun Surabaya dengan baik," lagi-lagi dia menyindir komunikasi Risma.
Bahkan, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ini mencibir gaya kepemimpinan Risma selama lima tahun, yang tidak menjadi pengayom yang baik bagi jajaran SKPD. "Tidak ada situasi mengayomi selama ini. Saya tidak berjanji, mari kita kerja sama untuk Surabaya yang lebih sejahtera dan lebih berkeadilan."
Di sisi lain, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Didik Prasetiyono berharap Pilkada Surabaya berlangsung dengan menjaga fatsoen atau etika berpolitik.
"Pilkada bukan sekadar urusan menang kalah semata. Pilkada adalah sarana momentum untuk memberikan pendidikan politik kepada rakyat, bagaimana politik harus dijalankan dengan santun dan bermartabat," kata Didik Prasetiyono.
Pernyataan itu dia sampaikan setelah Calon Wali Kota Rasiyo menyatakan "Saya lebih PDI Perjuangan dari pada incumbent," saat di Restoran Nur Pacific, Gubeng, Surabaya.
Menurut Didik, pernyataan calon yang diusung Partai Demokrat dan PAN itu dinilai tidak patut, dapat menyinggung martabat dan harga diri partai. "Dalam hal ini incumbent yang saat ini juga calon wakil wali kota Whisnu Sakti Buana yang Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Juga Bu Risma yang pada Juli kemarin menjadi anggota PDI Perjuangan," ujar Didik.
Keanggotaan PDI Perjuangan, jelas Didik, diatur dengan tegas di dalam konstitusi partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut. Di antaranya melalui proses pendaftaran diri, dan mengikuti proses kaderisasi yang telah ditentukan.
"Alangkah tidak pas bila Pak Rasiyo yang bukan anggota PDI Perjuangan dan sedang dalam pencalonan yang diusung Demokrat dan PAN, kemudian membuat pernyataan seperti itu," sesalnya.
Pihaknya berharap, kontestasi pilkada ini kedepan dilakukan dengan tetap menjaga etika dan kesantunan dalam berpolitik. Sebab, hal itu pasti akan direplikasi dan ditiru oleh rakyat. (lan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




