Ajeng Septia Risgihartika (23), salah satu peserta JKN yang turut memanfaatkan Program New Rehab 2.0. (Ist)
“Saya awalnya mencoba daftar lewat Aplikasi Mobile JKN, tapi sempat terkendala akibat jaringan. Akhirnya saya langsung menyampaikan kendala saya dan langsung dibantu untuk penyelesaiannya, sehingga akhirnya saya bisa mendaftar Program New Rehab 2.0 ini. Saya sangat terbatu karena prosesnya sangat cepat, mungkin hanya sekitar 10 menit saja,” tutur Ajeng.
Setelah resmi mengikuti program Rehab 2.0 dan dapat mencicil iurannya, Ajeng merasakan manfaat nyata, baik secara finansial maupun dari sisi kepastian pelayanan kesehatan, karena tidak perlu lagi khawatir memikirkan pelunasan tunggakan sekaligus.
Ia juga merasa tenang karena nanti setelah lunas, ia bisa memanfaatkan layanan kesehatan kapanpun saat ia butuhkan.
“Jadi, dulu itu saya terdaftar sebagai peserta JKN segmen PBPU, kemudian memiliki tunggakan iuran dan beralih menjadi peserta JKN segmen PBPU dan BP Pemerintah Daerah. Kemudian saya saat ini beralih kembali menjadi peserta PBPU atau mandiri, karena saya memiliki tunggakan iuran terdahulu ya harus saya lunasi,” kata Ajeng.
“Saya tetap merasa nyaman dan tidak ada kendala setelah menjadi peserta PBPU Mandiri ini. Untuk iuran perbulannya pun tetap saya bayarkan. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan meskipun masih mencicil iuran,” imbuhnya.
Melalui pengalamannya, Ajeng berharap kepada peserta Program JKN yang memiliki tunggakan untuk memanfaatkan Program New Rehab 2.0 yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya untuk menjaga status keaktifan peserta untuk menghindari adanya kendala saat membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saya sarankan bagi siapapun yang punya tunggakan iuran JKN, manfaatkan Program New Rehab 2.0 ini. Tidak perlu malu atau ragu untuk mencicil iuran karena BPJS Kesehatan telah menghadirkan inovasi ini untuk memudahkan peserta, sayang kalau programnya tidak dimanfaatkan dengan baik. Pada akhirnya yang akan merasakan manfaatnya juga diri kita sendiri. Kalaupun kita tidak sedang sakit, iuran yang kita bayarkan itu turut membantu orang lain yang membutuhkan,” tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




