Produksi Garam di Bangkalan Kemungkinan Turun 22%, ini Penyebabnya

Produksi Garam di Bangkalan Kemungkinan Turun 22%, ini Penyebabnya Petambak saat melakukan panen garam. Foto: Antara

Untuk mencegah penurunan produksi garam ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan sudah menyiapkan upaya berupa pemberian bantuan geomembran kepada petambak.

Mengingat, penurunan produksi bisa berdampak pada kenaikan harga garam yang berdampak pada inflasi.

Isa Anshori berharap melalui bantuan geomembran, petambak garam dapat memaksimalkan waktu produksi yang singkat.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait (Disperindag Provinsi Jatim) untuk menormalisasi harga garam," ucapnya.

Upaya Cegah Impor Garam

Sementara Wildan Syafitri, Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, menyebut naiknya harga garam berpotensi meningkatkan harga komoditi lain. Pasalnya, garam merupakan input banyak komoditi produksi, perdagangan, dan rumah tangga.

Selain upaya meningkatkan produksi melalui bantuan sarana, Wildan menyarankan pemerintah untuk menjajaki produksi dari daerah lain yang terdekat, seperti Jawa Tengah. Tidak hanya itu, pemerintah juga perlu melakukan pengawasan untuk mencegah penimbunan stok garam.

"Diupayakan tidak sampai impor garam, karena petani garam juga pernah mengalami penurunan harga pada saat panen," ucap Wildan yang juga Ketua ISEI Malang itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO