Peringati Hari Thalasemia Sedunia, Wali Kota Berbagi Kebahagiaan Bersama Penyandang dan POPTI

Peringati Hari Thalasemia Sedunia, Wali Kota Berbagi Kebahagiaan Bersama Penyandang dan POPTI Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat berbincang dengan salah satu anak pejuang thalasemia. (Ist).

Pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif melalui progran Merata dan Smart Living. Spesifik pada jaminan kesehatan dan program-program pendukung lainnya.

"Untuk para pejuang thalasemia kami berkomitmen memberikan pelayanan transfusi darah yang aman dan akses yang mudah. Harapannya dengan program-program yang ada dapat membantu meringankan beban para pejuang thalasemia di ," tegasnya.

Harapan Wali Kota

Untuk diketahui, thalasemia ada tiga jenis, yakni mayor, intermediate, dan minor. mayor ini yang paling parah, membutuhkan transfusi darah rutin.

intermediate ini lebih ringan dari mayor tetapi masih membutuhkan transfusi darah. Lalu thalasemia minor, tidak mengalami gejala yang jelas dan tidak memerlukan transfusi darah.

"Saya ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian. Sebab pejuang thalasemia ini tidak hanya sisi fisiknya saja yang sakit. Tapi mereka juga ada beban mental, sosial dan lainnya. Mari kita bahu-membahu memberikan semangat moral dan sosial," tutur .

Dalam kesempatan ini, Ketua POPTI Kediri Malichatun Nafiah menjelaskan tahun ini peringatan hari thalasemia sedunia adalah Bersama untuk : Menyatukan Komunitas Memprioritaskan Pasien. Ini menjadi tema yang luar biasa, mengingat perjuangan pasien thalasemia.

Menurut Malichatun, total pasien thalasemia di Karisidenan Kediri ada 117 pasien dan di wilayah Kediri ada 54 pasien.

Untuk di ada 18 pasien yang aktif ke rumah sakit untuk mendapat protokol thalasemia berupa transfusi darah dan terapi kelasi besi. Lalu ada 4 pasien yang sudah tidak aktif di rumah sakit.

"Momen peringatan hari thalasemia ini bukan selebrasi bagi kami. Tetapi sebagai penanda ada sebuah momentum yang bisa kita tegaskan bagi keluarga thalasemia bahwa mereka tidak bisa memilih hidup untuk lahir di lingkungan keluarga seperti apa. Inilah takdir untuk kita ketika hidup tidak bisa memilih maka kehidupan seperti apa bisa kita pilih yakni berjuang," jelasnya. (uji/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan Warnai Peringatan Hari Bumi dan Hari Air Dunia di Kota Kediri':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO