Mahmud, seorang guru muda saat membimbing siswanya untuk bertani ala akuaponik. Foto: Muji Harjita.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mahmud Septian Avrizal (30), seorang guru muda di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri, terus menunjukkan dedikasinya dalam membimbing, membentuk generasi muda yang terampil, mandiri, dan berjiwa wirausaha.
Ia mencetuskan satu program unggulan yang kini telah berjalan, yaitu pertanian integrasi sistem akuaponik dan hidroponik yang dikerjakan oleh siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).
BACA JUGA:
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
- Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp1 Miliar
- Antisipasi Kepadatan Kaliombo, Dishub Kota Kediri Siagakan Petugas dan Pantau Arus Lalin Lewat ATCS
Mahmud menjelaskan, Akuaponik adalah sistem budidaya ikan dan tanaman yang saling terintegrasi, di mana kotoran ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, dan tanaman menyaring air untuk ikan.
"Kami memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya tidak termanfaatkan dan kini disulap menjadi kawasan pertanian modern dengan sistem akuaponik. Jadi, ada kolam ikan lele dan kebun hidroponik yang saling terhubung dalam sistem sirkulasi air efisien, yang memungkinkan tanaman seperti kangkung dan pakcoy tumbuh subur tanpa penyiraman manual," beber Mahmud, Jumat (9/5/2025).
Menurut Mahmud, sistem ini mengoptimalkan penggunaan air dan media tanam untuk meningkatkan produktivitas. Akuaponik juga terbebas dari penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
"Hasil panen bisa dinikmati dalam 2-4 minggu, sedangkan ikan lele dipanen sesuai permintaan. Ini adalah praktik nyata kewirausahaan dan ketahanan pangan. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga menjalankan usaha kecil yang bisa berkembang lebih jauh. Kami juga mendorong pengolahan hasil dengan branding sekolah,” terang Mahmud.
Selain bertani dengan sistem akuaponik, lanjut Mahmud, para siswi di jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (ATPH), juga aktif dalam pengolahan hasil tani. Siswa di Kelas XI ATPH telah menghasilkan berbagai produk olahan seperti roti, selai nanas, susu sari kedelai, hingga kopi susu ala barista.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




