Sabtu, 21 September 2019 14:46

Pejabat Pemkot Surabaya Dilatih Bahasa Inggris

Kamis, 01 Oktober 2015 11:09 WIB
Editor: choirul
Wartawan: humas/yuli eksanti
Pejabat Pemkot Surabaya Dilatih Bahasa Inggris
pelatihan bahasa Inggris yang digelar di ruang asisten Sekkota. Diikuti seluruh pejabat pemkot. foto: humas

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Agar kemampuan bahasa Inggris pejabat ada peningkatan, pihak Sekdakot Surabaya, mendatangkan instruktur dari relawan Rumah Bahasa, untuk menggenjot kemampuan bahasa Inggris praktis pejabat. Kursus digelar usai jam kerja.

Para instruktur mendatangi ruangan-ruangan yang ditunjuk. Dan di dalam ruangan sudah ada ‘murid’nya. Misalnya di ruang Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemkot Surabaya Eddy Christijanto. Eddy belum terlalu lancar mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris, namun mantan Camat Genteng tersebut terlihat cukup pede. Eddy bahkan mencoba terlibat percakapan aktif dengan tenaga pengajar.

Di ruangan lain, Kepala Bapemas KB Surabaya Nanis Chairani saling lempar pertanyaan dengan Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Maya Syahria Saleh. Sebelumnya, mereka mendapat materi tentang angka/bilangan, waktu, penanggalan, dan harga dalam bahasa Inggris. Setelah mendapat materi dari pengajar, Nanis dan Maya diminta membuat pertanyaan dalam bahasa Indonesia. Pertanyaan tersebut masih ada hubungannya dengan materi angka yang telah diajarkan.

Sementara, yang lain bertugas menterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Tentu saja, momen tersebut dimanfaatkan Nanis dan Maya untuk saling melempar pertanyaan sulit. Namun demikian, suasana pelatihan berjalan penuh canda, jauh dari kesan tegang dan formal.

Sejak awal September, para pejabat di lingkup Pemkot Surabaya, mulai dari level asisten, kepala dinas, kepala bagian, hingga para camat memang punya rutinitas baru. Mereka diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa Inggris setelah jam kerja. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Surat Perintah Sekretaris Daerah Kota Surabaya bernomor 810/4586/436.7.6/2015.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Mia Santi Dewi menuturkan, sebanyak 73 kepala SKPD mendapat porsi pelatihan bahasa Inggris dua kali dalam seminggu. Mereka dibagi ke dalam grup kecil tak lebih dari sepuluh orang agar program tersebut berjalan efektif. “Setiap hari ada tiga sampai empat kelas. Setiap sesi berlangsung selama 90 menit. Yakni mulai pukul 18.00-19.15,” ujarnya.

Berbeda dengan kursus formal, pelatihan bahasa Inggris khusus pejabat pemkot lebih menekankan pada sisi percakapan praktis. Harapannya, para pejabat bisa lebih aktif dan percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Sebab, menurut Mia, kunci penguasaan bahasa asing adalah mempraktikan bahasa tersebut secara rutin dan konsisten. “Intinya tidak boleh malu mencoba mengucapkan bahasa Inggris,” terangnya.

Sedangkan tenaga pengajar merupakan relawan (volunteer) yang biasa mengajar di rumah bahasa. Dengan begitu, kegiatan pelatihan ini tidak membutuhkan alokasi khusus dari APBD.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Chandra Oratmangun merasa sangat terbantu dengan adanya kursus bahasa Inggris ini. Menurut Chandra, dirinya tidak malu mempraktikan bahasa Inggris karena pesertanya adalah rekan-rekannya sendiri sesama kepala dinas.

Pejabat perempuan kelahiran Ambon ini mengaku memahami bahasa Inggris secara pasif. “Sebenarnya saya ngerti kalau diajak ngomong bahasa Inggris. Tapi, ketika mau menanggapi itu yang masih sulit. Mungkin perlu diasah dan digunakan lebih sering agar terbiasa,” kata Chandra saat dijumpai setelah kursus.

Terlepas dari itu, langkah pemkot memfasilitasi para pejabatnya dengan pelatihan bahasa Inggris bertujuan untuk mengantisipasi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Pasalnya, MEA yang mulai berlaku sejak Januari 2015 diprediksi tidak hanya menyangkut bidang ekonomi saja. Di samping peningkatan hubungan business to business (B to B), MEA tampaknya juga merembet ke sektor hubungan antar pemerintah. Hal itulah yang kini diantisipasi oleh pemkot. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kunjungan ke dinas-dinas pemkot dari luar negeri kian banyak.

Berdasar data Bagian Kerjasama Pemkot Surabaya, Kota Pahlawan tercatat beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah acara berskala internasional. Sebut saja, ASEAN Mayor Forum (23-25 Oktober 2011); Citynet Meeting (9-12 Juli 2012); Senior Official Meeting (SOM) II APEC (9-22 April 2013) dan ASEAN-Republic of Korea (ROK) Dialogue (10-11 Juni 2013).

Selain itu ada pula pertemuan Informal ASEAN Meeting Ministerial Environment (IAMME) (23-25 September 2013); The 5th High Level Seminar on Environmentally Sustainable Cities (28 Februari-1 Maret 2014); Workshop Good Governance antara pemerintah Indonesia, Afrika dan negara-negara Timur Tengah (21-23 Mei 2014); serta Project Workshop: Towards Green City: Managing Urban Sparwl (21-23 April 2015).

Selain forum level internasional, Pemkot Surabaya juga acap kali kedatangan tamu dari luar negeri. Maksud lawatan mereka beragam, mulai dari tindak lanjut hubugan sister city, pertukaran pelajar, studi banding, hingga penjajagan kerjasama dari duta besar negara sahabat. Menurut data Bagian Kerjasama Pemkot Surabaya, sedikitnya 20 kunjungan dari luar negeri terlaksana pada periode Januari hingga September 2015. Angka tersebut belum termasuk kunjungan luar negeri yang langsung ke dinas-dinas Pemkot Surabaya. Jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan kunjungan.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan, sebagian besar kunjungan dari luar negeri didasari rasa ingin tahu akan progres pembangunan Surabaya selama beberapa tahun terakhir. Menurut dia, Surabaya merupakan salah satu kota yang paling pesat perkembangannya. Hal itulah yang mengundang tamu dari luar negeri tertarik menggali lebih dalam “resep” perkembangan Surabaya.

Dikatakan Fikser, banyaknya kunjungan dari luar negeri membawa dampak positif bagi Kota Surabaya. Banyaknya jumlah tamu membawa angin segar bagi dunia perhotelan dan restoran. “Semakin laku hotel dan restoran, maka pendapatan asli daerah (PAD) Surabaya juga semakin tinggi. PAD tersebut ujung-ujungnya juga digunakan untuk pembangunan kota,” papar mantan Camat Sukolilo ini.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...