Jembatan Lama yang masih berdiri kokoh di atas sungai Brantas. Foto: Muji Harjita.
Ditambahkan Zachrie, Pemkot Kediri berharap, melalui kegiatan seperti Pepeling ke-156 ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya dapat terus meningkat.
"Jembatan Lama bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga menjadi warisan pengetahuan yang harus diteruskan kepada generasi mendatang," tutur Zachrie.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana Pepeling ke-156, Oki Nurfatoni, menekankan bahwa warisan sejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset berharga untuk masa depan yang perlu dirawat bersama.
“Melalui rangkaian kegiatan seperti pameran foto, diskusi sejarah, dan slametan budaya, kami ingin menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Jembatan Lama dan situs sejarah lainnya di Kediri. Pelestarian cagar budaya adalah tanggung jawab kita semua, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” tegas Oki.
Acara yang berlangsung menjelang waktu buka puasa ini mendapat antusiasme tinggi, terutama dari kalangan anak muda dan komunitas pelestari sejarah. Para pengunjung disuguhkan berbagai karya fotografi dan dokumen sejarah yang menggambarkan perjalanan panjang Jembatan Lama.
Fakta menarik terungkap dalam diskusi sejarah, di antaranya bahwa Jembatan Lama Kediri merupakan jembatan besi pertama di Indonesia, bahkan lebih tua dari Jembatan Brooklyn di Manhattan, Amerika Serikat. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




