Gubernur Jatim Tekankan Peran Strategis BUMDesa: Penggerak Ekonomi dalam Dukung Program MBG

Gubernur Jatim Tekankan Peran Strategis BUMDesa: Penggerak Ekonomi dalam Dukung Program MBG

“Pemprov Jatim sejak tahun 2020-2025 telah memberikan stimulan usaha kepada 940 senilai Rp78,96 miliar. Juga kepada 538 Desa Mandiri sejak tahun 2021-2025 telah kita berikan stimulus sebesar Rp53,8 miliar,” terangnya.

juga mengatakan, Pemprov Jatim sendiri dalam mewujudkan Jatim Sejahtera, melalui program Desa Berdaya menuju Desa Mandiri telah membuahkan hasil luar biasa. Terbukti, tahun 2024 Jatim mampu memiliki jumlah desa Mandiri tertinggi secara nasional sebanyak 4.019 desa, berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDTT nomor 400 tahun 2024.

Untuk program pemberdayaan usaha desa 2025-2029, kata , Jawa Timur memfokuskan sembilan aspek, di antaranya, Sigap, Jatim Fast, Klinik , Pendampingan Kewirausahaan Desa (Pandawa), Jatim Puspa Plus, Desa Berdaya, Sinando Jatim Festa dan yang terakhir Pakai.

Dalam kesempatan ini, juga mengapresiasi inisiatif Yayasan Kita Indonesia Penggerak ( Foundation) yang telah berperan aktif dalam pengembangan di Jawa Timur. 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha sangat diperlukan dalam mewujudkan desa yang lebih sejahtera dan berdaya saing

Gubernur optimis bahwa melalui kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat, dapat menjadi ujung tombak dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. 

Ke depan, model pemberdayaan desa berbasis pangan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kemandirian ekonomi desa

“Kita optimis Jawa Timur akan mampu menjadi New Centre Of Growth bagi daerah lainnya. Semoga Allah SWT meridhoi semua upaya baik kita dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur secara langsung menyerahkan bantuan keuangan khusus dari Pemprov Jatim masing-masing sebesar Rp100 juta rupiah kepada 10 Desa penerima program.

Program Sigapp

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Budi Sarwoto mengatakan, program pemberdayaan merupakan salah satu fokus Pemprov Jatim dalam upaya peningkatan perekonomian desa.

Terdapat tiga kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program Sigapp yaitu mendukung program Makan Bergizi Gratis (), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Peran membangun cadangan pangan melalui rukun pangan .

Khusus , saat ini sudah ada tujuh yang berkontribusi pada . Yakni BUMDesma Plandaan Lestari LKD Kecamatan Plandaan Jombang, BUMDesma Lancar Abadi LKD Kecamatan Sumobito Jombang, Tambakrejo Kecamatan Jombang, BUMDesma Mulia Mandiri Kecamatan Tanjunganom, Ngunut Kecamatan Ngunut Tulungagung, BUMDesma Singosari LKD Kecamatan Malang dan BUMDesma Madu Mandiri LKD Kecamatan Songgon Banyuwangi.

Sedangkan terkait kerja sama, Budi menerangkan kalau sudah terjalin antara BUMDes dengan berbagai pihak. Kerja sama ini membawa kebermanfaatan bagi masyarakat desa itu sendiri.

“Kerja sama dengan PT HM. Sampoerna Foundation telah terjalin sejak tahun 2000 melalui pendampingan pembentukan zona (Kreatif, Inovatif, Produktif) hingga tahun 2024 terdapat 39 lokasi zona yang tersebar di 19 kabupaten,” urainya.

Senada dengan hal tersebut. Kukuh Dwi Kristanto perwakilan Sampoerna Untuk Indonesia mengatakan, program dan pelatihan Mitra Klinik Bumdes ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung ekonomi Jatim melalui motor pengerak dari ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat desa.

Program dan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi tukar pikiran demi kemajuan desa dalam mendukung program pemerintah di antaranya mewujudkan program ketahanan pangan.

“Kami yakin peran pendamping Bumdesa ini akan mendorong SDM dan Kemandirian Ekonomi Desa,” tandasnya. (dev/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO